Senin, 24 Oktober 2011

Kebahagiaan Adalah Keseimbangan


Hidup semakin hari semakin berat ya. kebutuhan kita semakin bertambah sementara kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan itu tidak mampu mengimbangi semakin besarnya kebutuhan. Percaya atau tidak, perbedaan penghasilan antara satu orang dengan yang lainnya sebenarnya tidak menggambarkan sudah atau belum terpenuhinya kebutuhan dari masing-masing orang itu. Perbedaan penghasilan hanya menggambarkan perbedaan taraf hidup, tetapi yang kita semua rasakan tetap sama, yaitu kekurangan J

Coba tanyakan, baik kepada orang yang memiliki penghasilan seratus ribu maupun satu juta setiap bulannya, apakah penghasilan yang mereka terima itu cukup? pasti jawabannya adalah kurang. Minimal, dengan rasa syukur atas rejeki yang mereka terima, mereka akan mengatakan Alhamdulillah untuk sekedar makan dan minum di rumah sih cukup J Tapi apakah kebutuhan mereka hanya makan dan minum?

Tentu saja lebih dari itu. Bahkan orang yang berpenghasilan milyaran dengan harta kekayaan yang banyak pun tetap merasa kekurangan. Hakikatnya, peningkatan penghasilan membuat kita bergeser dari satu taraf hidup ke taraf hidup berikutnya, namun tingkat kebutuhan (dalam hal banyaknya) tetap sama. Orang yang berpenghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan dan minumnya, mungkin mendambakan kemampuan yang lebih untuk membeli pakaian yang bagus dan mahal. Ketika penghasilannya meningkat sehingga ia kemudian mampu membeli pakaian yang bagus dan mahal, maka ia mendambakan kemampuan yang lebih untuk membeli kendaraan, misalnya. Begitu terus, bahkan yang telah memiliki segalanya pun tetap mendambakan sesuatu yang lebih dari yang ia punyai. Ya, itu lah manusia



Manusia dengan segala nafsu dan kebutuhannya membuat dunia ini dinamis. Setiap detik, manusia melakukan berbagai hal hanya untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap detik pula, sebuah produk tercipta dan siap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tanpa nafsu manusia, dunia ini tidak akan menyenangkan untuk kita tinggali. Begitu pun, jika kita tidak memiliki gairah untuk memenuhi kebutuhan, maka kita tidak benar-benar hidup. Semuanya pasti terasa menjemukan. Sebaliknya, siapa yang terjerumus dalam lingkaran kebutuhan itu  akan hidup dalam kegelisahan J

Hidup yang menyenangkan adalah hidup yang penuh gairah (optimis) untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan sambil terus mensyukuri dan menerima setiap hal yang kita telah mampu miliki. Itulah kunci kebahagiaan yang sesungguhnya. Tidak ada hal lain yang harus kita lakukan selain berdoa, berusaha, dan bersyukur.

Salam sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini menerapkan setting Dofollow. Mohon jangan melakukan spam.

CARA TERMUDAH MENDAPATKAN UANG ONLINE

Daftar di Paid To Click Program Terpercaya:



WordLinx - Get Paid To Click