Hidup semakin hari semakin berat ya. kebutuhan kita semakin
bertambah sementara kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan itu tidak mampu
mengimbangi semakin besarnya kebutuhan. Percaya atau tidak, perbedaan
penghasilan antara satu orang dengan yang lainnya sebenarnya tidak
menggambarkan sudah atau belum terpenuhinya kebutuhan dari masing-masing orang
itu. Perbedaan penghasilan hanya menggambarkan perbedaan taraf hidup, tetapi
yang kita semua rasakan tetap sama, yaitu kekurangan J
Coba tanyakan, baik kepada orang yang memiliki penghasilan
seratus ribu maupun satu juta setiap bulannya, apakah penghasilan yang mereka
terima itu cukup? pasti jawabannya adalah kurang. Minimal, dengan rasa syukur
atas rejeki yang mereka terima, mereka akan mengatakan Alhamdulillah untuk
sekedar makan dan minum di rumah sih cukup J
Tapi apakah kebutuhan mereka hanya makan dan minum?
Tentu saja lebih dari itu. Bahkan orang yang berpenghasilan milyaran
dengan harta kekayaan yang banyak pun tetap merasa kekurangan. Hakikatnya,
peningkatan penghasilan membuat kita bergeser dari satu taraf hidup ke taraf
hidup berikutnya, namun tingkat kebutuhan (dalam hal banyaknya) tetap sama.
Orang yang berpenghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan dan minumnya, mungkin
mendambakan kemampuan yang lebih untuk membeli pakaian yang bagus dan mahal.
Ketika penghasilannya meningkat sehingga ia kemudian mampu membeli pakaian yang
bagus dan mahal, maka ia mendambakan kemampuan yang lebih untuk membeli
kendaraan, misalnya. Begitu terus, bahkan yang telah memiliki segalanya pun
tetap mendambakan sesuatu yang lebih dari yang ia punyai. Ya, itu lah manusia
Manusia dengan segala nafsu dan kebutuhannya membuat dunia ini
dinamis. Setiap detik, manusia melakukan berbagai hal hanya untuk memenuhi
kebutuhannya. Setiap detik pula, sebuah produk tercipta dan siap dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tanpa nafsu manusia, dunia ini tidak akan menyenangkan
untuk kita tinggali. Begitu pun, jika kita tidak memiliki gairah untuk memenuhi
kebutuhan, maka kita tidak benar-benar hidup. Semuanya pasti terasa menjemukan.
Sebaliknya, siapa yang terjerumus dalam lingkaran kebutuhan itu akan hidup dalam kegelisahan J
Hidup yang menyenangkan adalah hidup yang penuh gairah (optimis) untuk
terus berusaha memenuhi kebutuhan sambil terus mensyukuri dan menerima setiap
hal yang kita telah mampu miliki. Itulah kunci kebahagiaan yang sesungguhnya. Tidak
ada hal lain yang harus kita lakukan selain berdoa, berusaha, dan bersyukur.
Salam sukses.