Kamis, 24 Desember 2009

Yuk Pakai Helm!

Kesadaran pengendara motor untuk memakai helm masih bisa dibilang rendah. Kalau di jalan-jalan protokol di Jakarta, pasti akan sulit, atau bahkan tidak ada, pengendara yang tidak memakai helm termasuk kakak, adik, teteh, aa, yayang, mama, papa, yang diboncengnya pun memakai helm. Ya iyaa laaah, daripada ditilang lebih baik pakai helm kan hehehe. Tapi, kalau agak kesonoan dikit dari jalan-jalan protokol, naaah banyak tuh yang "lupa" pakai helm.

Kalau dilakukan survey mengenai alasan memakai helm, mungkin sebagian besar pengendara memakai helm karena takut ditilang hehe. Artinya, kalau pengawasan tidak ketat, pastilah tukang-tukang helm tidak sebanyak sekarang. Kok jadi gitu kesimpulannya? hahaha. Maksudnya, sebagian besar orang tidak akan memakai helm saat mengendarai motor.

Kesadaran untuk memakai helm bukan semata-semata untuk mematuhi hukum. Karena hukum menetapkan kewajiban memakai helm maka kita memakainya. Lebih dari itu, helm adalah pelindung kepala yang artinya pelindung salah satu bagian ter-vital dari tubuh kita. Gangguan pada kepala, yang berisi syaraf dan organ terpenting kita, akan berakibat fatal.

Mengendarai motor lebih beresiko ketimbang mobil. Jika terjadi sesuatu, seperti terjatuh, tertabrak, atau menabrak, prosentase kemungkinan kontak langsung dengan tubuh kita lebih besar dibandingkan mengendarai mobil. Belum lagi karena cuaca. Kemungkinan pengendara motor harus kerokan lebih besar karena masuk angin...xixixi.

Jika sudah punya kesadaran mengenai pentingnya memakai helm untuk keselamatan diri, sekarang tinggal milih helmnya yang tepat. Percuma dong, udah sadar pakai helm untuk melindungi kepala tapi pake helm yang asal nangkring di kepala yang gak ada aspek melindunginya sama sekali. Atau, memakai helm yang memenuhi standar safety tapi memakainya asal-asalan, karena takut rambut lepek (apalagi yang punya rambut model punk xixi), sanggul copot, jilbab (kerudung) kusut, hasil hairspray ancur.

Di pasaran, banyak dijual bermacam-macam helm yang harganya juga bermacam-macam. Kalau mau membeli helm, minimal ingat-ingat:
- PERHATIKAN BENTUKNYA, apakah bisa melindungi seluruh bagian penting kepala?

- JANGAN PILIH YANG BAGIAN DEPANNYA TERTUTUP...ntar gak bisa liat ke depan dooong hahaha.

- PERIKSA KETEBALAN LAPISAN HELM, apakah sudah cukup melindungi dan nyaman?

- DAN....harus dicoba jangan sampai terlalu sempit atau longgar, HARUS PLEK NEMPEL DI BAGIAN KEPALA YANG TERTUTUPI.

- Pada saat mencoba helm, bagian kacanya langsung dicoba (ditutup) dan rasakan, JANGAN SAMPAI KACA HELM MEMILIKI EFEK TERTENTU YANG MENGGANGGU PANDANGAN. Misalnya, orang di depan nampak lebih dekat atau sebaliknya. Atau mungkin, cewek di depan nampak lebih cantik...bahaya itu!! ntar gak konsen nyetirnya karena nenek-nenek lewat aja diplototin karena jadi kelihatan seperti Jessica Alba.

Di pasar, ada helm yang berlabel standar SNI (Standar Nasional Indonesia) dan DOT (Department of Transport-nya Amerika). Terserah milih yang mana, yang penting apa bener tuh helm memenuhi standar-standar itu atau asal-asalan aja pake label standar biar dibeli. hehehe

Sekian dulu....Kali ini gak pake yooo mbuuh...xixi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini menerapkan setting Dofollow. Mohon jangan melakukan spam.

CARA TERMUDAH MENDAPATKAN UANG ONLINE

Daftar di Paid To Click Program Terpercaya:



WordLinx - Get Paid To Click