Rabu, 06 Januari 2010

Hidup adalah pilihan

Nafsu diciptakan bersamaan dengan penciptaan manusia itu sendiri. Hawa nafsu adalah kelengkapan diri manusia untuk kelangsungan hidup dan mempertahankan jenisnya di muka bumi ini. Contohnya, nafsu makan! Bayangkan seandainya kita tidak memiliki nafsu makan sama sekali padahal tubuh kita memerlukan zat-zat dalam makanan untuk kelancaran seluruh fungsi organ tubuh.

Orang yang sama sekali tidak punya nafsu makan, yang aku pernah saksikan, sama sekali tidak mau menyentuh makanan walaupun orkes di dalam perutnya sudah bukan lagi keroncong (keroncongan kan hehehe...)tapi sudah trash metal ala Spultura! Mendengarkan musik keroncong mungkin masih bisa tidur karena mendayu-dayu...laaah kalo trash metal??? bawaannya pengen head bang atau kalau pas sakit gigi pengen nimpuk yang nyetel musiknya hahaha...Tapi mungkin juga ada yang justru bisa tidur kalau mendengarkan trash metal dan gak bisa tidur kalau mendengarkan keroncong, "dodol nih kamar sebelah! nyetel musik kenceng banget, keroncong pula!" hahaha

Kembali ke soal nafsu, percayalah bahwa tidak ada satu pun ciptaan Allah yang sia-sia! semua ada manfaatnya, termasuk nafsu. Apa tuh? Nafsu memberikan gairah hidup! Makanya nafsu itu diciptakan dan setiap orang memilikinya. Nafsu yang ada dalam diri manusia ada yang menyuruh berbuat kebajikan (Muthmainnah) dan keburukan (Amarah), dan kebimbangan (lawwamah). Kecenderungannya, nafsu yang sering muncul dalam diri kita adalah keburukan. Karena? godaan setan lebih gencar dan lebih sering menghampiri kita dibandingkan ilmu dan ajakan kebaikan.

Kunci pengendalian nafsu adalah kesadaran, yang cuma bisa didapat dari kepahaman dan keyakinan (iman). Memahami bahwa makan makanan terlalu banyak akan mengganggu kesehatan kita, kemudian terbukti dan kita menjadi yakin, akan menumbuhkan kesadaran dalam diri kita untuk mengatur pola makan yang sehat. Kepahaman seperti itu di dapat melalui pelajaran ilmu yang berguna, yang mengajarkan kebaikan. Darimana kita mengetahui bahwa makan makanan terlalu banyak itu dapat mengganggu kesehatan? pasti ada yang mengatakan, mengajarkan, atau menuliskannya kan? Apabila ilmu itu tidak sampai pada kita, karena kita tidak belajar atau tidak ada yang mengajarkannya, tidak pernah akan ada kepahaman, keyakinan, apalagi kesadaran. Tentang apapun!

Untuk mengendalikan nafsu, ada ilmu yang harus dipelajari dan dipahami,kemudian diyakini. Disadari?? jangan bilang yakin kalau tidak menyadari! "Gue yakin sih kalo makan terlalu banyak bisa bikin penyakit, tapi coba-coba aja ah...cuek! sehat dan sakit kan ditangan Allah!" naaaah...kalo gitu artinya "tidak sadar", "tidak yakin", atau "tidak paham?" hehehe....

Dengan sifat-sifat nafsu kita yang seperti itu, jelas bahwa kesadaran diri itu cuma bisa muncul kalau kita mengetahui dan memahami ilmu. Kenapa masih banyak orang membuang sampah sembarangan? kenapa prilaku orang berlalu lintas ugal-ugalan? kenapa orang masih korupsi? jawabannya....karena mereka orang-orang yang belum memahami ilmu (ntar dibilang bodoh tersinggung lagi hehehe)

Orang pintar adalah yang memahami ilmu dan memiliki kesadaran diri. Mau jadi orang pintar atau bodoh? Mau sukses atau gagal? Mengikuti nafsu atau kesadaran? Semuanya bukan dari turunan, tetapi PILIHAN! Hidup ini adalah pilihan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini menerapkan setting Dofollow. Mohon jangan melakukan spam.

CARA TERMUDAH MENDAPATKAN UANG ONLINE

Daftar di Paid To Click Program Terpercaya:



WordLinx - Get Paid To Click